Kamis, 06 Desember 2012

Si Naning, SahabatQ



Sejujurnya aku adalah orang yang tak jelas apa bakatnya, waktu sekolah dahulu sejak SD sampai SMA aku punyai nilai diatas rata-rata. Aku mengetahui sangat hal yang tak kusukai yaitu matematika, tapi kalau sudah menjurus ke hal yang ku sukai dan menjadi bakatku aku kadang sukar untuk menebaknya ataupun kuketahui. SD, aku tak terlalu ingat masa SD ku., yang kuingat hanya sebagian, seorang cewek yang tidak populer walaupun sedikit diandalkan oleh teman2 dalam pelajaran tapi aku lupa pelajaran apa itu. hahaha :D
Aku mempunyai teman yang bernama Sri Ningsih Agustina (sahabat sejati), yang kupanggil dengan Naning. seorang yang kubilang menjadi motivasiku, dy sangat handal dalam banyak pelajaran apalagi matematika yang notabene berbalik arah denganku yg tak menyukai matematika. Kita berteman dari semenjak kelas I SD, Seorang yang terlihat sederhana dan wajahnya enak dilihat (perangai wajah jawa pada umumnya). Dia pernah berkata suatu hari “ cha, apabila kita telah sukses nanti. Apa yang ingin kau beli dari uang usahamu?”. Akupun menjawab, “aku ingin membeli sepeda berbagai model dan jenis serta ukuran sampai yang paling unik dan tak di miliki oleh siapapun”. (karena pada dasarnya aku sangat menyukai yang namanya sepeda). Dan akupun bertanya balik kepadanya, “ kalau kamu?”. Dy menjawab dengan nada yang lembut tapi tegas, “ apapun yang diinginkan oleh kedua orang tuaku karena pada dasarnya aku berjuang untuk mereka.” Semenjak itu aku melihatnya sebagai anak yang luar biasa karena memiliki prinsip yang jelas diumurnya yang masih bocah tapi punya tingkat kedewasaan yang terbangun dengan matang.
Rumah kami menempel belakangnya (akupun bingung blgnya apa, berbelakangan atw? Hahaha)., kalau bukan aku yang nginap dirumahnya, dia nginap dirumahku. Ayah naning seorang penjual bakso keliling, jadi kebanyakan waktunya untuk membantu orang tuanya membuat bakso. Maka dari itu, aku yang lebih sering main kerumahnya, karena sulit sekali untuk ada waktu main dengannya. Sembari naning mengerjakan tugasnya juga aku membantunya, aku menemaninya ngobrol diselingi dengan canda yang membuat tugasnya terasa ringan dan juga hiburan yang tak terganti dengan apapun. Kadang kala aku disuruh menyanyi oleh kedua orang tua serta kakak naning, karena emang hanya itu kemampuanku yaitu Menyanyi. Kalo udah disuruh bgtu, ku tak bisa ngelak lagi,, lagu yang sring kunyanyikan untuk mereka yaitu lagu mama yang sampai sekarang ku tak tahu 

Hanya satu yang kuberikan untuk mama
Hanya ini kunyanyikan senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama

SMP, awal mula karirku atau tersadar kemampuanku (tapi tak tahu kemampuan apa itu). Tapi yang pasti aku memiliki teman-teman yang sangat menyayangiku, yang tak ku miliki saat SD. Aku selalu menjadi juara umum.. aku masuk jajaran OSIS yang membuat aku populer diangkatan ku, prestasi ini kupertahankan sampai aku menginjak kelas tiga.
Pada kelas satu aku masih saja nempel dengan Naning, karena aku selalu bersaing dengannya di semua mata pelajaran kecuali MATEMATIKA. Dikelas aku mempunyai beberapa saingan yaitu CHICHA, UDHIN, NANING, DAN AKU.. kita berempat sllu memperebutkan juara dalam kelas. Sampai akhirnya menginjak kelas dua, naning harus pindah ke jawa timur yaitu malang karena harus ikut orang tuanya yang mesti pulang kampung mengingat kondisi neneknya telah parah dan mengharapkan naning beserta keluarganya harus ada disisi neneknya.
Sedih hatiku mengetahui sahabat sejatiku akan pergi meninggalkanku. Sebelum dia pergi, kita putuskan untuk jalan2 ke Mall yang pada saat itu pembangunannya baru selesai dibangun dan baru beberapa toko saja yang dibuka salahsatunya tempat bermain Amazon....
Kita pergi bertiga, yaitu aku, naning, dan yana. Pertama kalinya aku ke 45 sendiri tanpa ditemani mama, kutersadar sebentar bahwasanya aku beranjak remaja yang membutuhkan privasi, yang mulai ingin melepaskan secara perlahan segala atribut anak2 dan menikmati masa tumbuhku. Hehehe,, next.,,, kita akhirnya jumpa dengan foto Box. Berfoto ria lah kita di foto box, yang hasil gambarnya adalah 3 wajah kita yang saling berdempet seperti telur yang sedang digerami induknya. HAHAHA... itu adalah saat dimana, tawaku terasa lepas bersama sahabatku yang akan segera meninggalkanku pergi pulang kekampungnya. Sebelum besoknya berangkat, naning menyempatkan untuk tidur bersamaku dan semalaman kita tidak bisa tidur,,, kita membicarakan segala hal, yaaa segala hal yang telah kita lalui selama 8 tahun persahabatan kita. Aku betul-betul menyayanginya... ada rasa haru menghinggap di hatiku tapi seperti tertahan, tepatnya aku mencoba untuk tidak menangis. Naning memberiku beberapa kaos yang layaknya kusimpan dengan rapi dilemari dan tak pernah ku pakai. J
Hampir 3 bulan lamanya setelah kepergian naning ke jawa, aku kehilangan kendali. Aku mencari pegangan, ya sumber inspirasiku.,,, aku jadi malas untuk kesekolah, dan lebih malas lagi dalam memecahkan persoalan MATEMATIKA. Suatu malam, ku duduk didepan rumahku,,, dibangku bambu sambil melihat ke langit., aku mencoba untuk bertanya kepada tuhan, baru sekali kumerasakan kehilangan yang teramat dalam. Apakah ini permulaan aku mengenal kehidupan yang kejam?
sambil kumenyamyikam sebuah lagu yang entah sypa yang mempopulerkannya, yang sekali lagi sering ku dengar di radio RRI.

Waktu ku ingat, kau teman yang baik hati
Kini kau jauh tak ada lagi disini
Indahnya, kurasa,,,
Saat bermain bersama-sama.
Takkan lupa, indah persahabatan kita.


                                    Terima kasih sahabatku, NANING.



Sang Produsen

Hidup ini indah sekaligus hidup ini pahit. Pilihanmu adalah harga dirimu, tapi apakah didalam hidup ini punya yang namanya pilihan? Sejauh ini yang kuketahui, hidup itu mengikat dan memaksa tanpa adanya pilihan. Semuanya telah diatur., ya telah diatur oleh sang produser sekaligus sutradara yang handal, yang tak ada tandingannya. Dia mengatur segalanya tanpa ada lelah, mungkin diatas sana dia tertawa, menangis, marah, terharu sendirian melihat hasil karyanya yang tiap hari dan tiada henti bergerak dan menghiburnya.
Tidak ada yang baru didunia ini, semua terulang kembali hal yang dilakukan kemarin, hari ini, dan besok hari. Yang ada hanya perkembangan, tapi esensi nya sama. Begitu pula manusia, yang semuanya adalah sama. Lahir dari sumber yang sama, memiliki kehidupan, masalah, juga pastinya akan mati., tak ada yang perlu disombongkan atau dibanggakan. Titipan tetap sebuah titipan, diri kita juga merupakan titipan ke dunia, bermain sementara juga akan diambil kembali.
Lakukan sebisa mungkin, bermain sebagus mungkin agar diberi balasan yang bagus dan sebisa mungkin mendapat bonus dari sang produsen. Sentilan kepada duplikat penguasa dunia, untuk menyadarkan agar jangan menjadi kacang lupa pada kulitnya., masih ada DIA, Sang Produsen.


JemariQ

Ircha Putri Djuma