Sudah pernah ku tulis di blogku bahwa
masa SMP adalah masa dimana karirku sebagai seorang yang bernama ircha putri
djuma dimulai. Aku dikenal sebagai anak cerdas, dan santun juga disayangi oleh
guru-guru. Aku populer, aku cemerlang,, berbagai perlombaan slalu ku menangkan.
Tapi sayang tidak dengan kisah cintaku, pertama kali aku menyukai seorang anak
laki-laki,, teman sekelasku bernama BRAFI SUMA,
anak laki-laki terganteng dalam kelas dan seantero sekolahan. Anak
laki-laki yang sangat di puja oleh kaum hawa, remaja2 cewek disekolahanku
sangat menggilainya,, terlihat ketika dia bermain bola kaki, hal yang paling
digemarinya juga membawa nama harum sekolahan dengan kehebatan kakinya dalam
mengocek bola dilapangan hijau. Remaja cewek dengan setia mendukung juga
menunggunya disamping lapangan dengan memberi yel-yel yang gak jelas.
Tapi, aku icha. Tak pernah senarsis
itu, ikut sok genit dengan mendukungnya dilapangan. Aku memilih memandangi dan
melihatnya dari kejauhan., perpustakaan, ya tempat dimana aku menghabiskan
waktu dan diantara sela jendela ku memandanginya. Suara hiruk pikuk dan
teriakan dari para remaja cewek,,, Brafi,,,brafi,,brafi,,,
Hahaha,, aku bahkan sering tertawa
apabila melihat tingkah laku mereka, karena aku takkan pernah berani seperti
mereka. Aku menyukainya dengan cara yang lain, aku mengaguminya dari hatiku,,
menuliskan puisi untuknya yang sebenarnya tak pernah ada org lain yang tau
mengenai perasaanku. Aku hanya bisa menulis dicatatan harianku...
Aku memperhatikan brafi setiap hari,
ku memperhatikan setiap bentuk wajahnya sampai kepada kebiasaannya setiap hari.
Dia juga orang yang termasuk bukan orang bodoh, karena dia punya argumen yang
lumayan ketika ditanya dalam kelas oleh ibu guru. Cuma memang nilainya sering
menurun karena dia sering lupa membuat tugas oleh guru karena kacapean dengan
segala aktivitasnya di lapangan hijau.
Sampai pada suatu saat aku sekelompok
dengannya, rasanya tidak akan pernah percaya karena sulit untuk bisa sekelompok
dengannya karena emang huruf depan nama kita berbeda. Aku duduk disampingnya,
rasanya ingin melayang,,, memperhatikannya dengan jarak dua jingkal,, Oh My
God,,, kata itu yang hanya bisa ku utarakan saat itu. Keringat yang mengucur di
wajahnya, tidak melunturkan kegantengannya. Walaupun kita sama-sama populer,
tapi dunia kepopuleran kita berbeda. Dia didunia olahraga yang sama sekali aku
tak mempunyai bakat, begitu juga aku yang sering memenangkan lomba baca puisi
yang sama sekali tak pernah brafi mengetahuinya.
Hari
itu, dimana aku merasa harus mengatakannya. Waktu itu kelas 3 SMP ,, aku coba
untuk menuliskan puisi diselembar kertas yang bergambar sakura toko kartun
cewek yang saat itu lagi digemari remaja khususnya cewek. Aku menulis seperti
dimabuk cinta :
“Aku punya rasa, yang aku sendiri
bingung.
Selama
berbulan-bulan coba untuk ku pahami.
Ya cukup waktu berbulan-bulan untuk
memahaminya.
Berapa bulan, aku lupa,, tapi yang tak
pernah ku lupa yaitu mencari arti perasaan ini.
Dan setelah ku tau jawabannya, aku
ingin memberitahu secepatnya kepadamu. Bahwa,,,
Aku menyukaimu. “
By : Ircha P
Djuma
Ku sisipkan di bukunya, buku fisika,,,
mata pelajaran hari itu, dan pasti dia akan membukanya juga akan menemukan
suratku juga akan membacanya.
Ku menunggu sampai bel masuk jam kedua
berbunyi, perlahan ku coba curi pandang menoleh kebelakang. Karena memang
posisinya brafi duduk paling belakang pojok kiri. Dan aku duduk paling depan
bagian tengah....
Ku melihat, dia memegang suratku.
Membolak-balik dengan wajah heran, sampai akhirnya dia membuka surat itu secara
perlahan yang membuat aku mengalihkan pandanganku kedepan dan menarik nafas
yang paling panjang sembari memasang wajah cemas.,,, sekali lagi ku
memandangnya, dia telah mengambil buku cetak fisika sesuai aba2 dari ibu guru
untuk membuka halaman yang diperintahkan. Aku penasaran, apa yg terjadi setelah
dia melihat suratku, apakah tidak ada respon? Ku memandangnya berkali-kali,
sampai akhirnya tidak sengaja kita bertatapan, dia tersenyum kepadaku dan aku tak
berani untuk mencoba mencuri pandang lagi.
Bel istirahat berbunyi, aku membeli
makanan ringan seperti biasanya lalu mojok diperpustakaan.. dengan gambar
susunan tata surya di tanganku, hanya itu kesenanganku dalam perpustakaan yaitu
memandangi susunan tata surya karena sifatnya itu sungguh indah apalagi planet
mars yang dikelilingi oleh cincin. Tapi pikiranku tertuju pada surat cintaku kepada
Bfrafi,,
Aku khawatir salah bicara, juga salah
menulis. Atau mungkin tindakanku salah untuk mengungkapkan perasaanku. Aku bingung,,,
pertama kali aku merasakan seperti ini,, GALAU.
Bel sekolah sekali lagi berbunyi, tapi
itu menandakan bahwa istirahat telah selesai. Dan kita harus masuk kedalam
kelas untuk melanjutkan pelajaran berikutnya. Dengan meletakkan gambar tata
surya ke rak, aku bergegas pergi ke kelas.
Anak laki-laki tersebut tidak kutemui,
ku coba mengecek lagi ternyata dia tidak ada. Brafi, dia tidak berada
dikelas... kemanakah dia?.,
Ternyata guru yang mengajar untuk
pelajaran matematika berhalangan hadir, akhirnya kita disuruh untuk belajar
sendiri. Entah, harus senang karena dasarnya aku tak suka pelajaran MATEMATIKA
apalagi dengan perasaan yang seperti ini, atau Tidak karena kita adalah kelas 3
yang artinya kelas ujian yang harus intens untuk mata pelajaran UAN.,,
entahlah,,, tapi yang pasti saat ini aku sedang tidak fokus.,
Ku duduk ditempat dudukku, sambil membolak-balikkan
buku diaryku. Ku ingin menulis, tapi aku tak tahu mau menulis apa,,, pikiranku
melayang, sesekali aku mencari wajah itu tapi tak kunjung kutemui sampai
akhirnya bel tanda pelajaran selesai berbunyi.,,
Sembari mencari tahu, aku menanyakan
kepada salah satu teman sekelasku tentunya teman brafi juga. Katanya brafi
buru-buru minta izin pulang pas istirahat tadi,. Dan dia pun tak mengetahui alasannya.
Aku mulai berpikir akan suratku..
apakah dia tak ingin bertemu denganku setelah surat itu? Apakah dia pulang karna
suratku, suratku mengusiknya? Dia tidak suka kepadaku? Pertanyaan bertubi-tubi
menyerang pikiranku,,,, yang membuat aku sulit tidur semalaman,,,
Sudah hampir jam 2 subuh, aku belum
bisa juga menutup mataku., aku linglung, semua sudah ku lakukan dari
mendegarkan musik diradio sampai siarannya Off, membaca buku, sampai dengan
berbicara sendiri dengan boneka kucingku. Dengan hati yang tak menentu, perlahan ku
mendekat pada tas sekolahku mengambil sebuah buku,, ya buku diary ku, yang slalu
setia menemaniku dengan segala cerita konyolku. Akupun menulis :
Dia..
Serasa beku ku dihadapannya.
Punya sejuta hentakan, hentakan yang
membuat beribu ulat menari diperutku.
Dia,,
Yang kupertanyakan selama
berbulan-bulan.
Bertanya akan arti hentakan itu?
Hentakan yang menghasilkan irama,
irama yang membuat aku melayang.
Layaknya kupu-kupu, yang mempunyai
sayap sampai akhirnya merasa punya tujuan.
Tujuanku adalah dia,, dia yang ku
suka.,
dia yang membuat ulat ku bermetamorfosis dengan cepat menjadi sebuah
kupu-kupu yang cantik.
Kupu-kupu yang menghinggapi ribuan
bunga yang sedang bermekaran dihatiku.
Itulah kata yang mewakili hatiku untuk
sekarang.
To be Continue ..............
