Rabu, 11 Maret 2015

First Love Vs Cinta Monyet Part 1



Sudah pernah ku tulis di blogku bahwa masa SMP adalah masa dimana karirku sebagai seorang yang bernama ircha putri djuma dimulai. Aku dikenal sebagai anak cerdas, dan santun juga disayangi oleh guru-guru. Aku populer, aku cemerlang,, berbagai perlombaan slalu ku menangkan. Tapi sayang tidak dengan kisah cintaku, pertama kali aku menyukai seorang anak laki-laki,, teman sekelasku bernama BRAFI SUMA,  anak laki-laki terganteng dalam kelas dan seantero sekolahan. Anak laki-laki yang sangat di puja oleh kaum hawa, remaja2 cewek disekolahanku sangat menggilainya,, terlihat ketika dia bermain bola kaki, hal yang paling digemarinya juga membawa nama harum sekolahan dengan kehebatan kakinya dalam mengocek bola dilapangan hijau. Remaja cewek dengan setia mendukung juga menunggunya disamping lapangan dengan memberi yel-yel yang gak jelas.
Tapi, aku icha. Tak pernah senarsis itu, ikut sok genit dengan mendukungnya dilapangan. Aku memilih memandangi dan melihatnya dari kejauhan., perpustakaan, ya tempat dimana aku menghabiskan waktu dan diantara sela jendela ku memandanginya. Suara hiruk pikuk dan teriakan dari para remaja cewek,,, Brafi,,,brafi,,brafi,,,
Hahaha,, aku bahkan sering tertawa apabila melihat tingkah laku mereka, karena aku takkan pernah berani seperti mereka. Aku menyukainya dengan cara yang lain, aku mengaguminya dari hatiku,, menuliskan puisi untuknya yang sebenarnya tak pernah ada org lain yang tau mengenai perasaanku. Aku hanya bisa menulis dicatatan harianku...
Aku memperhatikan brafi setiap hari, ku memperhatikan setiap bentuk wajahnya sampai kepada kebiasaannya setiap hari. Dia juga orang yang termasuk bukan orang bodoh, karena dia punya argumen yang lumayan ketika ditanya dalam kelas oleh ibu guru. Cuma memang nilainya sering menurun karena dia sering lupa membuat tugas oleh guru karena kacapean dengan segala aktivitasnya di lapangan hijau.
Sampai pada suatu saat aku sekelompok dengannya, rasanya tidak akan pernah percaya karena sulit untuk bisa sekelompok dengannya karena emang huruf depan nama kita berbeda. Aku duduk disampingnya, rasanya ingin melayang,,, memperhatikannya dengan jarak dua jingkal,, Oh My God,,, kata itu yang hanya bisa ku utarakan saat itu. Keringat yang mengucur di wajahnya, tidak melunturkan kegantengannya. Walaupun kita sama-sama populer, tapi dunia kepopuleran kita berbeda. Dia didunia olahraga yang sama sekali aku tak mempunyai bakat, begitu juga aku yang sering memenangkan lomba baca puisi yang sama sekali tak pernah brafi mengetahuinya.

          Hari itu, dimana aku merasa harus mengatakannya. Waktu itu kelas 3 SMP ,, aku coba untuk menuliskan puisi diselembar kertas yang bergambar sakura toko kartun cewek yang saat itu lagi digemari remaja khususnya cewek. Aku menulis seperti dimabuk cinta :

“Aku punya rasa, yang aku sendiri bingung.
Selama berbulan-bulan coba untuk ku pahami.        
Ya cukup waktu berbulan-bulan untuk memahaminya.
Berapa bulan, aku lupa,, tapi yang tak pernah ku lupa yaitu mencari arti perasaan ini.
Dan setelah ku tau jawabannya, aku ingin memberitahu secepatnya kepadamu. Bahwa,,,
Aku menyukaimu. “
By : Ircha P Djuma

Ku sisipkan di bukunya, buku fisika,,, mata pelajaran hari itu, dan pasti dia akan membukanya juga akan menemukan suratku juga akan membacanya.
Ku menunggu sampai bel masuk jam kedua berbunyi, perlahan ku coba curi pandang menoleh kebelakang. Karena memang posisinya brafi duduk paling belakang pojok kiri. Dan aku duduk paling depan bagian tengah....
Ku melihat, dia memegang suratku. Membolak-balik dengan wajah heran, sampai akhirnya dia membuka surat itu secara perlahan yang membuat aku mengalihkan pandanganku kedepan dan menarik nafas yang paling panjang sembari memasang wajah cemas.,,, sekali lagi ku memandangnya, dia telah mengambil buku cetak fisika sesuai aba2 dari ibu guru untuk membuka halaman yang diperintahkan. Aku penasaran, apa yg terjadi setelah dia melihat suratku, apakah tidak ada respon? Ku memandangnya berkali-kali, sampai akhirnya tidak sengaja kita bertatapan, dia tersenyum kepadaku dan aku tak berani untuk mencoba mencuri pandang lagi.
Bel istirahat berbunyi, aku membeli makanan ringan seperti biasanya lalu mojok diperpustakaan.. dengan gambar susunan tata surya di tanganku, hanya itu kesenanganku dalam perpustakaan yaitu memandangi susunan tata surya karena sifatnya itu sungguh indah apalagi planet mars yang dikelilingi oleh cincin. Tapi pikiranku tertuju pada surat cintaku kepada Bfrafi,,
Aku khawatir salah bicara, juga salah menulis. Atau mungkin tindakanku salah untuk mengungkapkan perasaanku. Aku bingung,,, pertama kali aku merasakan seperti ini,, GALAU.
Bel sekolah sekali lagi berbunyi, tapi itu menandakan bahwa istirahat telah selesai. Dan kita harus masuk kedalam kelas untuk melanjutkan pelajaran berikutnya. Dengan meletakkan gambar tata surya ke rak, aku bergegas pergi ke kelas.
Anak laki-laki tersebut tidak kutemui, ku coba mengecek lagi ternyata dia tidak ada. Brafi, dia tidak berada dikelas... kemanakah dia?.,
Ternyata guru yang mengajar untuk pelajaran matematika berhalangan hadir, akhirnya kita disuruh untuk belajar sendiri. Entah, harus senang karena dasarnya aku tak suka pelajaran MATEMATIKA apalagi dengan perasaan yang seperti ini, atau Tidak karena kita adalah kelas 3 yang artinya kelas ujian yang harus intens untuk mata pelajaran UAN.,, entahlah,,, tapi yang pasti saat ini aku sedang tidak fokus.,
Ku duduk ditempat dudukku, sambil membolak-balikkan buku diaryku. Ku ingin menulis, tapi aku tak tahu mau menulis apa,,, pikiranku melayang, sesekali aku mencari wajah itu tapi tak kunjung kutemui sampai akhirnya bel tanda pelajaran selesai berbunyi.,,
Sembari mencari tahu, aku menanyakan kepada salah satu teman sekelasku tentunya teman brafi juga. Katanya brafi buru-buru minta izin pulang pas istirahat tadi,. Dan dia pun tak mengetahui alasannya.
Aku mulai berpikir akan suratku.. apakah dia tak ingin bertemu denganku setelah surat itu? Apakah dia pulang karna suratku, suratku mengusiknya? Dia tidak suka kepadaku? Pertanyaan bertubi-tubi menyerang pikiranku,,,, yang membuat aku sulit tidur semalaman,,,
Sudah hampir jam 2 subuh, aku belum bisa juga menutup mataku., aku linglung, semua sudah ku lakukan dari mendegarkan musik diradio sampai siarannya Off, membaca buku, sampai dengan berbicara sendiri dengan boneka kucingku. Dengan hati yang tak menentu, perlahan ku mendekat pada tas sekolahku mengambil sebuah buku,, ya buku diary ku, yang slalu setia menemaniku dengan segala cerita konyolku. Akupun menulis :
Dia..
Serasa beku ku dihadapannya.
Punya sejuta hentakan, hentakan yang membuat beribu ulat menari diperutku.
Dia,,
Yang kupertanyakan selama berbulan-bulan.
Bertanya akan arti hentakan itu?
Hentakan yang menghasilkan irama, irama yang membuat aku melayang.
Layaknya kupu-kupu, yang mempunyai sayap sampai akhirnya merasa punya tujuan.
Tujuanku adalah dia,, dia yang ku suka.,
dia yang membuat ulat ku  bermetamorfosis dengan cepat menjadi sebuah kupu-kupu yang cantik.
Kupu-kupu yang menghinggapi ribuan bunga yang sedang bermekaran dihatiku.

Itulah kata yang mewakili hatiku untuk sekarang.



 To be Continue ..............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar