Sejujurnya aku adalah orang yang
tak jelas apa bakatnya, waktu sekolah dahulu sejak SD sampai SMA aku punyai
nilai diatas rata-rata. Aku mengetahui sangat hal yang tak kusukai yaitu
matematika, tapi kalau sudah menjurus ke hal yang ku sukai dan menjadi bakatku
aku kadang sukar untuk menebaknya ataupun kuketahui. SD, aku tak terlalu ingat
masa SD ku., yang kuingat hanya sebagian, seorang cewek yang tidak populer
walaupun sedikit diandalkan oleh teman2 dalam pelajaran tapi aku lupa pelajaran
apa itu. hahaha :D
Aku mempunyai teman
yang bernama Sri Ningsih Agustina (sahabat sejati), yang kupanggil dengan
Naning. seorang yang kubilang menjadi motivasiku, dy sangat handal dalam banyak
pelajaran apalagi matematika yang notabene berbalik arah denganku yg tak
menyukai matematika. Kita berteman dari semenjak kelas I SD, Seorang yang
terlihat sederhana dan wajahnya enak dilihat (perangai wajah jawa pada
umumnya). Dia pernah berkata suatu hari “ cha, apabila kita telah sukses nanti.
Apa yang ingin kau beli dari uang usahamu?”. Akupun menjawab, “aku ingin
membeli sepeda berbagai model dan jenis serta ukuran sampai yang paling unik
dan tak di miliki oleh siapapun”. (karena pada dasarnya aku sangat menyukai
yang namanya sepeda). Dan akupun bertanya balik kepadanya, “ kalau kamu?”. Dy
menjawab dengan nada yang lembut tapi tegas, “ apapun yang diinginkan oleh
kedua orang tuaku karena pada dasarnya aku berjuang untuk mereka.” Semenjak itu
aku melihatnya sebagai anak yang luar biasa karena memiliki prinsip yang jelas
diumurnya yang masih bocah tapi punya tingkat kedewasaan yang terbangun dengan
matang.
Rumah kami menempel
belakangnya (akupun bingung blgnya apa, berbelakangan atw? Hahaha)., kalau
bukan aku yang nginap dirumahnya, dia nginap dirumahku. Ayah naning seorang
penjual bakso keliling, jadi kebanyakan waktunya untuk membantu orang tuanya
membuat bakso. Maka dari itu, aku yang lebih sering main kerumahnya, karena
sulit sekali untuk ada waktu main dengannya. Sembari naning mengerjakan
tugasnya juga aku membantunya, aku menemaninya ngobrol diselingi dengan canda
yang membuat tugasnya terasa ringan dan juga hiburan yang tak terganti dengan
apapun. Kadang kala aku disuruh menyanyi oleh kedua orang tua serta kakak
naning, karena emang hanya itu kemampuanku yaitu Menyanyi. Kalo udah disuruh
bgtu, ku tak bisa ngelak lagi,, lagu yang sring kunyanyikan untuk mereka yaitu
lagu mama yang sampai sekarang ku tak tahu
Hanya
satu yang kuberikan untuk mama
Hanya
ini kunyanyikan senandung dari hatiku untuk mama
Hanya
sebuah lagu sederhana
Lagu
cintaku untuk mama
SMP, awal mula karirku atau
tersadar kemampuanku (tapi tak tahu kemampuan apa itu). Tapi yang pasti aku
memiliki teman-teman yang sangat menyayangiku, yang tak ku miliki saat SD. Aku
selalu menjadi juara umum.. aku masuk jajaran OSIS yang membuat aku populer
diangkatan ku, prestasi ini kupertahankan sampai aku menginjak kelas tiga.
Pada kelas satu aku masih saja
nempel dengan Naning, karena aku selalu bersaing dengannya di semua mata
pelajaran kecuali MATEMATIKA. Dikelas aku mempunyai beberapa saingan yaitu
CHICHA, UDHIN, NANING, DAN AKU.. kita berempat sllu memperebutkan juara dalam
kelas. Sampai akhirnya menginjak kelas dua, naning harus pindah ke jawa timur
yaitu malang karena harus ikut orang tuanya yang mesti pulang kampung mengingat
kondisi neneknya telah parah dan mengharapkan naning beserta keluarganya harus
ada disisi neneknya.
Sedih hatiku mengetahui sahabat
sejatiku akan pergi meninggalkanku. Sebelum dia pergi, kita putuskan untuk
jalan2 ke Mall yang pada saat itu pembangunannya baru selesai dibangun dan baru
beberapa toko saja yang dibuka salahsatunya tempat bermain Amazon....
Kita pergi bertiga, yaitu aku,
naning, dan yana. Pertama kalinya aku ke 45 sendiri tanpa ditemani mama,
kutersadar sebentar bahwasanya aku beranjak remaja yang membutuhkan privasi,
yang mulai ingin melepaskan secara perlahan segala atribut anak2 dan menikmati
masa tumbuhku. Hehehe,, next.,,, kita akhirnya jumpa dengan foto Box. Berfoto
ria lah kita di foto box, yang hasil gambarnya adalah 3 wajah kita yang saling
berdempet seperti telur yang sedang digerami induknya. HAHAHA... itu adalah
saat dimana, tawaku terasa lepas bersama sahabatku yang akan segera
meninggalkanku pergi pulang kekampungnya. Sebelum besoknya berangkat, naning
menyempatkan untuk tidur bersamaku dan semalaman kita tidak bisa tidur,,, kita
membicarakan segala hal, yaaa segala hal yang telah kita lalui selama 8 tahun
persahabatan kita. Aku betul-betul menyayanginya... ada rasa haru menghinggap
di hatiku tapi seperti tertahan, tepatnya aku mencoba untuk tidak menangis.
Naning memberiku beberapa kaos yang layaknya kusimpan dengan rapi dilemari dan
tak pernah ku pakai. J
Hampir 3 bulan lamanya setelah
kepergian naning ke jawa, aku kehilangan kendali. Aku mencari pegangan, ya
sumber inspirasiku.,,, aku jadi malas untuk kesekolah, dan lebih malas lagi
dalam memecahkan persoalan MATEMATIKA. Suatu malam, ku duduk didepan rumahku,,,
dibangku bambu sambil melihat ke langit., aku mencoba untuk bertanya kepada
tuhan, baru sekali kumerasakan kehilangan yang teramat dalam. Apakah ini
permulaan aku mengenal kehidupan yang kejam?
sambil kumenyamyikam sebuah lagu yang entah sypa yang mempopulerkannya, yang sekali lagi sering ku dengar di radio RRI.
sambil kumenyamyikam sebuah lagu yang entah sypa yang mempopulerkannya, yang sekali lagi sering ku dengar di radio RRI.
Waktu ku ingat, kau teman yang
baik hati
Kini kau jauh tak ada lagi disini
Indahnya, kurasa,,,
Saat bermain bersama-sama.
Takkan lupa, indah persahabatan
kita.
Terima
kasih sahabatku, NANING.

