Manado, 09 – 11 – 2012
Pukul 15.00
Jemariku
Rinai hujan membahasi jalanan ibu kota.
Ku bersiap mengepakkan sayapku untuk terbang jauh kedalam duniaku, dunia yang
tak akan pernah tertembus oleh makhluk normal (real)., di tempat tidurku yang
suci menjadi saksi ketidak normalanku akan khayalan yang kadang jauh melampui
logika manusia pada umumnya.
Suatu saat jari-jariku memiliki
kehidupannya, mereka mempunyai mata, hidung dan mulut tapi tak mempunyai
telinga. Mereka mempunyai mata untuk melihat betapa banyak objek indah yang
bisa dijadikan sumber inspirasi untuk diri sendiri juga untuk orang lain
melakukan sesuatu yang ajaib. Mereka mempunyai hidung, untuk mengendus segala
hal yang berbau kreative dan bakat yang sifatnya otodidak lalu menjadikan
sesuatu itu banyak disukai dan diminati bahkan dicintai oleh banyak orang
sehingga menjadi oksigen yang fresh untuk
kehidupan. Mereka mempunyai mulut, untuk bercerita dan berkomentar tentang
hal-hal mereka lihat lalu dilukiskan dan dituangkan kedalam kertas kosong atau
kanvas melalui pena atau kuas sehingga
menjadi satu kesatuan alur cerita yang tak ada habisnya juga bernilai seni dan
komersial. Dan terakhir, mereka tak mempunyai telinga, mengapa ? karena mereka
tak pernah mendengarkan suara-suara hina dari yang lain, mereka berkarya sesuai
kata hati dan murni hasil kreativitas mereka tanpa ada sedikitpun gangguan,
yang mereka tau mereka berjalan lurus ataupun berputar semua mempunyai satu
tujuan yang mulia dalam kehidupan mereka.
Aku seorang pengkhayal ulung, berkarya
hasil dari indra penglihat, hati dan jemariku akan mengawali semua hasil
penghayatan dan perenungan dengan bekerja sama untuk menghadirkan karya untuk
diriku sendiri juga guna bisa menjadi sumber inspirasi untuk org yang
disekitar. Sungguh ku telah jatuh cinta dengan guratan pena
jemariku,,,,,,,,,,,,,,,,
JemariQ
Ircha Putri Djuma

Tidak ada komentar:
Posting Komentar