Senin, 12 November 2012

Guratan jemariQ



Manado, 09 – 11 – 2012
Pukul 15.00

Jemariku
Rinai hujan membahasi jalanan ibu kota. Ku bersiap mengepakkan sayapku untuk terbang jauh kedalam duniaku, dunia yang tak akan pernah tertembus oleh makhluk normal (real)., di tempat tidurku yang suci menjadi saksi ketidak normalanku akan khayalan yang kadang jauh melampui logika manusia pada umumnya.
Suatu saat jari-jariku memiliki kehidupannya, mereka mempunyai mata, hidung dan mulut tapi tak mempunyai telinga. Mereka mempunyai mata untuk melihat betapa banyak objek indah yang bisa dijadikan sumber inspirasi untuk diri sendiri juga untuk orang lain melakukan sesuatu yang ajaib. Mereka mempunyai hidung, untuk mengendus segala hal yang berbau kreative dan bakat yang sifatnya otodidak lalu menjadikan sesuatu itu banyak disukai dan diminati bahkan dicintai oleh banyak orang sehingga menjadi oksigen yang fresh untuk kehidupan. Mereka mempunyai mulut, untuk bercerita dan berkomentar tentang hal-hal mereka lihat lalu dilukiskan dan dituangkan kedalam kertas kosong atau kanvas  melalui pena atau kuas sehingga menjadi satu kesatuan alur cerita yang tak ada habisnya juga bernilai seni dan komersial. Dan terakhir, mereka tak mempunyai telinga, mengapa ? karena mereka tak pernah mendengarkan suara-suara hina dari yang lain, mereka berkarya sesuai kata hati dan murni hasil kreativitas mereka tanpa ada sedikitpun gangguan, yang mereka tau mereka berjalan lurus ataupun berputar semua mempunyai satu tujuan yang mulia dalam kehidupan mereka.
Aku seorang pengkhayal ulung, berkarya hasil dari indra penglihat, hati dan jemariku akan mengawali semua hasil penghayatan dan perenungan dengan bekerja sama untuk menghadirkan karya untuk diriku sendiri juga guna bisa menjadi sumber inspirasi untuk org yang disekitar. Sungguh ku telah jatuh cinta dengan guratan pena jemariku,,,,,,,,,,,,,,,,

 JemariQ
Ircha Putri Djuma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar